Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah

Upaya pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana yang disusun. Pengendalian dilakuakan melalui dua cara, yaitu pengawasan dan penertiban. Pengawasan dilakukan guna menjaga kesesuaian fungsi ruang, sedangkan penertiban dilakukan dalam bentuk tindak pengamanan dalam raangka mewujudkan rencana tata ruang. Bentuk pengawasan mencakup pelaporan, pemantauan, dan evaluasi; sedangkan bentuk penertiban mencakup pengenaan sanksi (administrasi, perdata, dan pidana) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Khusus untuk wilayah daerah tingkat II (Kabupaten/kota) pengendalian pemanfaatan ruang juga menccakup mekanisme perijinan.
            Keseluruhan upaya tersebut merupakan usaha pencegahan terhadap berbagai kemungkinan penyimpangan atau penyalahgunaan fungsi ruang yang tidak sesuai dengan kaidah penataan ruang. Pengendalian pemanfaatan ruang berkaitan pula dengan pengkajian aspek kualitas lingkungan alam, lingkungan social budaya dan lingkungan buatan yang terjadi di lapangan akibat pelaksanaan rencana. Hasil pengkajiaan ini menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menilai pemanfaatan ruang dalam mencapai tujuan rencana tata ruang. Evaluasi ini penting, karena fakta di lapangan merupakan umpan balik untuk menyempurnakan rencana di masa depan dan pelaksanaan pembangunan sektoral dan daerah lebih lanjut. Perbaikan dilakukan dengan mengadakan revisi. Rencana tata ruang dan modifikasi terhadap kegiatan dan program pembangunan selanjutnya.
            Dengan adanya rencana tata ruang untuk setiapa wilayah, maka diharapkan bahwa berbagai kegiatan yang menggunakan sumberdaya dapat diatur alokasi pemanfaatan ruangnya sesuai dengan penetapan kawasan lindung dan kawasan budidaya. Maka kawasan hutan dan kawasan yang hrus dilindungi lainnya (misalnya untuk konservasi air) harus memiliki batas yang tegas dan tidak dapat digunakan untuk pertanian, pemukiman, atau kegiatan lainnya. Dalam hal ini, diperlukan koordinasi dan integrasi perencanaan antar instansi, sector, dan daerah. Disamping itu, persn pemerintah daerah sangat besar dalam penetapan rencana, sehingga pengendaliaannya, terutama dalam pemberian ijin. Tetapi kenyataan di lapangan misalnya untuk kelestarian sungai ditetapakan peraturan lebarjalur hijau di sebelah kanan kiri sungai yang di dalam kota 15m dan di luar kota 100m. misalnya di kota Malang di beberapa titik sempadan sungai brantas sudah dilanggar bahkan membangun rumah sampai jarak 0m dari badan sungai. Hal tersebut tidak hanya menurunkan pelestarian air sungai, tetapi sudah menurunkan fisik sungai itu sendiriyang menyebabkan sungai menjadi lebih sempit (Sumarmi, 2007).


Source: Pengembangan Wilayah Keberlanjutan oleh Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. (37-38)
Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Reviewed by Penjualhewan.com on 05:11 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.