problem anak muda zaman sekarang

Problematika pemuda yang terbentang sekarang sungguh kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis mental, krisis eksistensi, hingga masalah dekadensi moral. Budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan hedonis, westernisasi, serba instant, dan tercabut dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial.
Salah satu contohnya gaya hidup para pemuda masa kini atau biasa disebut remaja yang mengikuti mode orang barat dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah ” Berpakaian “. Masalah berpakaian para remaja masa kini selalu dikaitkan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Karena, sebagian remaja Indonesia khususnya, dalam berpakaian selalu mengkuti mode yang berlaku. Bahkan yang lebih menyedihkan, di stasiun-stasiun tv banyak ditampilkan contoh gaya hidup dalam berpakaian para remaja yang mengikuti mode orang barat. Otomatis bukan hanya remaja Metropolitan saja yang mengikuti mode tersebut, tetapi juga orang-orang yang berada dalam perkampungan atau pedalaman.
Contoh berikutnya, gaya hidup sebagian remaja yang mengikuti budaya orang barat adalah mengkonsumsi minum – minuman keras, narkoba, dan barang haram sejenislainnya. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut, maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Ini adalah pengertian yang sangat salah. Minum – minuman keras dan narkoba adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh gaya hidup orang barat yang sangat berbahaya dan sangat berpengaruh bagi maju mundurnya suatu bangsa. Dan yang lebih anehnya, budaya tersebut telah diikuti oleh sebagian remaja Indonesia.
Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Data-data yang lain juga menyebutkan bahwal ebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.
Ironi lagi bangsa Indonesia saat ini lebih melestarikan budaya negara lain daripada budaya sendiri.Termasuk dalam penggunaan bahasa asing (dalam hal ini bahasa Inggris). Hal ini bisa dilihat dari menjamurnya tempat kursus atau tempat les bahasa Inggris. Ini mengindikasikan bahwa bahasa Inggris telah mendapat perhatian lebih dibanding bahasa negara sendiri. Alhasil,  penggunaan bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa nasional kini telah meredup oleh gemerlap bahasa asing.

Belum lagi sikap apatis terhadap bahasa Indonesia semakin nampak. Orang-orang lebih senang mencampur adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris atau bahkan tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Penyebabnya, kebanyakan diantara kita berpikir bahasa Indonesia adalah bahasa yang tidak gaul dan tidak keren.

Lihat saja, di sejumlah tempat pendidikan formal semisal sekolah,  para elemen sekolah berlomba-lomba untuk mendapatkan pengakuan sebagai sekolah bertaraf internasional. Dimana bahasa pengantar yang digunakan, menggunakan bahasa Inggris. Sementara itu, dalam pola pikir siswa-siswi sekarang ini kedudukan bahasa Indonesia sangatlah rendah jika dibanding dengan bahasa Inggris. Salah satu buktinya jam mengajar untuk mata pelajaran bahasa Inggris acap kali ditemukan lebih banyak “menelan” waktu dibanding mata pelajaran bahasa Indonesia.
Ironis, di tengah Indonesia sedang ingin membangun citra sebagai negara yang kaya akan bahasa, namun kebanggaan memakai bahasa Indonesia ternyata memalukan. Kita seolah-olah tidak memiliki rasa bangga akan budaya kita sendiri. Bisa saja, kita tidak paham bahwa dengan sikap seperti itu perlahan-lahan akan mematikan pemakaian bahasa Indonesia.
1.      Asri Ismail


problem anak muda zaman sekarang problem anak muda zaman sekarang Reviewed by Penjualhewan.com on 04:41 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.