TINDAKAN MITIGASI BENCANA LONGSOR

TINDAKAN MITIGASI BENCANA LONGSOR


Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana. Baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Thun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Bencana sendiri adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh, baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana dapat berupa, gunung meletus, tsunami, tanah longsir dan yang lain. Pada bahasan kai ini kita berfokus mengenai segala hal tentang bencana tanah longsor.

Mitigasi bencana longsor perlu dilakukan agar kita dapat mengetahui bagaimana tanda-tanda bencana tanah longsor, bagaimana kita menyikapi saat terjadi longsor dan bagaimana kita beradaptasi dengan lingkungan ketika bencana terjadi. Setelah kita tahu dan paham kemudian nantinya kita dapat berusaha meminimalisir kemungkinan bencana tersebut terjadi.

Tindakan yang bisa dibiasakan sebelum Longsor antara lain:
1. Tidak menebang atau merusak hutan
2. Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kuat seperti nimba, bambu, akar wangi,
     lamtoro, dsb, pada lereng –lereng yang gundul.        
3. Membuat saluran air hujan
4. Membangun dinding penahan di lereng-lereng yang terjal
5. Pelajari sejarah peristiwa longsor di sekitar lereng mengingat kejadian longsor bisa terjadi lagi di
    tempat yang sama atau berdekatan dengan longsor yang pernah terjadi, dengan jalan :

• Menanyakan kejadian longsor yangpernah terjadi pada penduduk di sekitarnya.
• Melihat dan atu mengamati lagsung bekas longsor yang pernah terjadi. Tanah hasil longsor biasanya   ada perbedaan jelas antara tanah asli dengan tanah yang sudah longsor.
• Menanyakan apakah daerah lereng tersebut rawan longsor kepada aparat dinas pemerintah  
  kabupaten/kota, departemen yang menangani masalah ini misalnya Dinas Pekerjaan Umum
  dan lain-lain.
• Menanyakan pada ahlinya misalnya ke perguruan tinggi yang mempunyai jurusan geologi, teknik
  sipil, pertanian, geografi.
• Menyanyakan pada asosiasi profesi seperti pada ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) atau
  Himpunan mahasiswa jurusan geografi
• Lakukan pengamatan dan catat perilaku air yang mengalir pada lereng di sekitarmu dan catat lokasi
  yang menunjukkan kecepatan aliran lebih besar dibanding tempat lainnya.
• Buat sistem peringatan dini sederhana misalnya dengan kentongan, dll
• Aktifkan satuan tugas (Satgas) di musim hujan, terutama Nopember – Februari.

Hal yang dilakukan saat Longsor yaitu:
1. Tetap waspda dan bangunkan seluruh keluarga, mengingat bahwa sebagian besar korban yang
    terkena longsor pada kondisi tertidur lelap.
2. Segera keluar dari daerah longsoran atau aliran reruntuhan /puing ke bidang yang lebih stabil
3. Bila melarikan diri tidak memungkinkan, lingkarkan tubuh anda seperti bola dengan kuat dan
    lindungi kepala anda. Posisi ini akan memberikan perlindungan terbaik untuk badan anda.
4. Amati di luar rumah, bila ada aliran lumpur dan atau aliran lumpur campur batu agak tebal
    mungkin akan diikuti longsor yang besar. Amati serta waspada dan bersiap-siap untuk
    evakuasi secepatnya bila terjasi perubahan mendadak seperti :
   • Ada penambahan atau pengurangan debit aliran air.
   • Ada perubahan air dari jernih menjadi sangat keruh.
5. Perubahan mendadak ini menunjukan adanya aktivitas longsor di bagian puncak. Jangan tunggu
    waktu, selamatkan dirimu dan keluargamu segera tinggalkan hartamu.
6. Pada waktu evakuasi waspadalah di jalan yang akan dilewati, karena bisa terjadi longsor atau jalan
    retak-retak atau ada lumpur bercampur batu.

Hal yang bisa dilakukan setelah longsor antara lain:
1. Hindari berada di daerah longsoran, dimana longsor susulan dapat terjasi.
2. Periksa korban luka dan korban yang terjebak longsor tanpa lengsung memasuki daerah longsoran
3. Bantu arahkan petugas penolong SAR ke lokasi longsor
4. Bantu tetangga yang memerlukan bantuan khusus anak-anak, orang tua dan orang cacat.
5. Dengarkan siaran radio lokal atau televisi untuk informasi keadaan terkini
6. Waspada akan adanya banjir atau aliran reruntuhan setelah longsor
7. Laporkan kerusakan fasilitas umum yang terjadi kepada pihak berwenang.
8. Periksa kerusakan pondasi rumah dan tanah disekitar terjadinya longsor.
9. Tanami kembali daerah bekas longsor atau daerah sekitarnya untuk menghindari erosi yang telah
     merusak lapisan atas tanah yang dapat menyebabka banjir bandang.
10. Mintalah nasihat kepada ahlinya untuk mengevaluasi ancaman dan teknik untuk mengurangi
     resiko tanah longsor.

untuk file ini bisa di download pada link dibawah ini biar tidak copy-paste terima kasih :)


TINDAKAN MITIGASI BENCANA LONGSOR TINDAKAN MITIGASI BENCANA LONGSOR Reviewed by Penjualhewan.com on 02:17 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.