ALAT BANTU DAN ALAT UKUR SEISMOGRAF

Pendahuluan

Pada pertengahan abad ke-18, gempa bumi diukur dengan instrumen yang bernama seismokop. Seismokop adalah peralatan perekam gempa paling primitif. Seismokop terdiri dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Ketika terjadi gempa, cairan tersebut akan bergerak naik-turun akibat getaran gempa yang terjadi.
Seiring dengan berjalannya waktu pengetahuan semakin berkembang pada tahun 1920, ketika dua ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut Wood-Anderson seismograf. Alat ini lebih sensitif dibandingkan seismograf yang ada pada masa itu, sehingga langsung banyak digunakan di seluruh dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang sekarang ada dan berkembang. Untuk lebih jelasnya, terlebih dahulu kita ketahui pengertian dan kegunaan dari seismograf tersebut.

     Pengertian
Seismometer (bahasa Yunani: seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram.
Prototip dari alat ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini orang pada masa tersebut bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi.
Dengan perkembangan teknologi dewasa ini maka kemampuan seismometer dapat ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar. Alat seperti ini disebut seismometer broadband.
Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram.

2.     Penggunaan
Seismograf ada yang horizontal dan vertikal. Masing-masing  mempunyai tugas masing-masing. Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal.
Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetik.
Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk rekaman atau disebut juga seismogram. Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh seismologist dalam mempelajari gempa bumi. Alat ini juga digunakan oleh BMKG (Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika).

3.     Jenis-jenis Alatnya
Seismograf terdiri dari 2 jenis yaitu manual dan digital. Fungsi dan kegunaan setiap jenis, mempunyai sedikit perbedaan. Di bawah inilah penjelasan masing-masing seismograf.
a.       Manual (mekanikal)
Jenis gerakan mekanikal dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.
b.      Digital (elektromagnetik)
Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan  volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui  spejlgavanometer.
Selain itu, seismograf digital modern menambahkan komponen keempat yaitu layar, "user-friendly", dan cepat transfer data.
Menurut, Keluarga Macintosh dari komputer menyediakan antarmuka pengguna yang konsisten dan maju dengan multi-tasking "sistem" yang memungkinkan seismograf digital untuk tetap bekerja di "latar belakang" sebagai tugas lainnya yang dilakukan. The software needed to run the seismographic station is , and the companion program is , which allows anyone with a Macintosh to display and analyze the digital seismograms. Perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan stasiun seismographic adalah SeismoGraf, dan program pendamping adalah SeismoView, yang memungkinkan siapapun dengan Macintosh untuk menampilkan dan menganalisa seismogram digital.

 Langkah Penggunaan
Gambar 1.1 adalah alat seismograf horizontal dan vertical. Masing-masing  mempunyai tugas masing-masing. Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal. Mengetahui getaran yang dirasakan yaitu dengan pendalar, dengan adanya pendalar tersebut dapat mengetahui seberapa besar tekanan yang diberikan oleh getaran tersebut.
Cara kerjanya adalah apabila pada massa stasioner dipasang pena tajam dan ujung pena itu disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan di tanah, maka pada saat bumi bergetar, akan terjadi goresan antara massa stasioner dan benda tersebut. Goresan tersebut merupakan wujud dari gambaran getaran bumi. Dari goresan-goresan itu para ahli dapat membaca tekanan dan frekuensi suatu gempa.
Gambar 1.2 adalah alat seismograf yang modern. Seismograf modern ini, mempunyai tugas yang sedikit berbeda dari seismograf yang lama, dikarenakan seismograf modern adalah gabungan dari seismograf lama. Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer. Kedua jenis gerakan tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular (pemberat) yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.
Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetik.

Proses Kerja (Sistem Pengukuran)
Gempa bumi adalah getaran atau vibrasi permukaan bumi. Perhatikan kata "permukaan". Permukaan berarti hanya kerak bumi, suatu patahan di mana satu bongkah batu telah bergesekan dengan batu lain dengan kekuatan dan gesekan yang sangat besar. Energi dari gesekan ini diubah menjadi getaran di dalam batu-batuan. Dan getaran ini dapat terasa sampai ribuan mil.
Sekarang getaran-getaran gempa bumi ini adalah sejenis gerakan gelombang yang bergerak pada kecepatan yang berbeda-beda melalui kerak bumi yang berbatu-batu. Karena getaran-getaran itu mencapai jarak yang jauh dan merambat melalui batu-batuan, pada waktu getaran-getaran ini sampai di kota anda, anda bahkan tidak dapat melihatnya. Tetapi seismograf dapat mendeteksinya. Beginilah cara kerjanya.
Bayangkan sebuah balok atau pelat beton. Sebuah grafik yang ditempelkan balok atau pelat itu menonjol keluar. Grafik itu sejajar dengan tanah, seperti lembaran kertas. Di atasnya, sebuah balok menonjol keluar dari tempat tergantungnya suatu beban. Pada dasar beban itu terdapat sebuah pena, yang menyentuh grafik itu. Sekarang muncul gelombang gempa bumi. Balok beton bergerak dan demikian juga grafik yang menempel padanya. Tetapi beban yang digantung tidak bergerak. Jadi, pena itu membuat tanda-tanda pada grafik itu pada waktu pena itu bergerak dan kita memperoleh catatan tentang gempa bumi. Tentu saja alat ini dibuat dengan sangat teliti sehingga gerakan yang pling kecil sekalipun dapat dicatat.
Jadi, sistem pengukuran yang terjadi pada seismograf ada 3 tingkatan :
   Tingkat 1 : tingkat pendeteksi
Fungsinya adalah untuk untuk mendeteksi getaran di bawah tanah oleh alat yang tertancap di tanah.
   Tingkat 2 : tingkat perantara getaran
Fungsinya adalah menyalurkan getaran dari alat yang tertancap di tanah, biasanya berbentuk tali atau semacamnya yang dapat menyalurkan getaran.
   Tingkat 3 : tingkat penerima getaran
Fungsinya adalah menerima getaran dari perantara ke massa yang jadi satu dengan pena, sehingga pena tersebut bergerak sesuai getaran yang diterima.

 Kelebihan dan Kekurangan
Setiap alat seismograf dibuat secara perhitungan khusus. Tetapi kelebihan dan kekurangan alat tersebut pasti ada, itu dikarenakan alat tersebut berfungsi untuk mengetahui atau mendekteksi getaran, atau gempa bumi. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan seismograf :
 Kelebihan
Kelebihan seismograf termasuk dari fungsi seismograf itu sendiri. Karena seismograf terdapat banyak jenis dan macamnya. Jadi, seismograf mempunyai tugas masing-masing. Berikut adalah kelebihan seismograf :
Seismograf menggunakan dua klasifikasi yang berbeda untuk mengukur Gelombang seismik yang dihasilkan gempa, yaitu besaran gempa dan intensitas gempa. Kedua klasifikasi pengukuran ini menggunakan skala pengukuran yang berbeda pula. Skala pengukuran gempa tersebut terdiri dari skala Richter dan Skala Mercalli . Skala Richter  digunakan untuk menggambarkan besaran gempa, sedangkan Skala Mercalli digunakan untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung, dan manusia.
     Karena seismograf lama terdiri dari 2 macam yaitu Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal.
     Kekurangan
Alat seismograf dapat mengetahui getaran sekecil mungkin, tetapi bukan berarti seismograf tidak mempunyai kelemahana atau kekurangan. Kekurangan seismograf tersebut disebabkan oleh :
      Jika getaran yang terlalu kuat membuat seismograf tidak mampu membuat catatan, karena tangkai alat pencatat bisa mengalami kerusakan.
2      Karena seismograf adalah alat yang selalu didekatkan dekat dengan lokasi getaran. Jadi, ada peraturan yang memasang seismograf tersebut pada saat getaran besar terjadi, karena melalui beberapa pertimbangan

kala  Gempabumi
  Skala Richter adalah ukuran kekuatan gempa bumi berdasarkan energi yang dilepaskan dari pusat gempanya.
  Skala MMI ( Modified Mercalli Intensity ) adalah ukuran kerusakan akibat gempa bumi berdasarkan pengamatan visual di suatu tempat.

      Skala Kekuatan Gempabumi - MODIFIED MERCALLY INTENSITY (MMI)
 Skala
I
 Keterangan
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III
Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, diluar oleh beberapa orang terbangun, gerabah pecah, jendela/pintu gemerincing dan dinding berbunyi.
V
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, jendela dan sbb pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan lain-lain barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik sedangkan pada bangunan dengan kontruksi kurang baik terjadi retak-retak kemudian cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII
Kerusakan ringan pada bangunan dengan kontruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan yang kuat, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap dari pabrik-pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX
Kerusakan pada bangunan yang kuat rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus banyak retak-retak pada bangunan yang kuat. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X
Bangunan dari kayu yang kuat rusak; rangka-rangka rumah lepas dari pondamennya; tanah terbelah; rel melengkung; tanah longsor ditiap-tiap sungai dan ditanah-tanah yang curam.
XI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali; tanah terbelah; rel melengkung sekali.
XII
Hancur sama sekali. Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.



APA YANG HARUS ANDA KERJAKAN  SEBELUM, SAAT DAN SESUDAH TERJADI GEMPABUMI
Sebelum terjadi Gempabumi.
  Kunci Utama adalah  mengenali apa yang disebut gempabumi, memastikan bahwa struktur dan letak rumah anda dapat  terhindar dari bahaya  yang  disebabkan gempabumi (longsor, liquefaction dll), mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan anda agar terhindar bahaya gempabumi.
 Kenali lingkungan tempat anda bekerja dan tinggal.   Memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempabumi, sudah mengetahui  tempat paling aman untuk    berlindung, belajar melakukan P3K , belajar menggunakan pemadam kebakaran, mencatat nomor telpon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi. 
  Persiapan rutin pada tempat anda bekerja dan tinggal.    Perabotan (lemari, cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (di paku / diikat dll) untuk  menghindari jatuh, roboh, bergeser dll pada saat terjadi gempabumi , menyimpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah, agar terhindar dari kebakaran,  selalu mematikan air, gas dan listrik apa bila sedang tidak digunakan.  
  Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempabumi adalah akibat kejatuhan      material. Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah, cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi (mis : lampu dll.).
   Alat yang harus ada disetiap tempat. Kotak P3K,senter,  lampu battery, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempabumi.
    Jika anda berada dalam bangunan. Lindungi kepala dan badan anda dari reruntuhan bangunan(dengan bersembunyi dibawah meja dll), mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan, berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.
b  Jika berada diluar bangunan atau area terbuka. Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar anda (seperti gedung, tiang listrik, pohon dll). perhatikan tempat anda berpijak, hidari apabila terjadi rekahan tanah.
c     Jika anda sedang mengendarai mobil. Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran. lakukan point b.
d     Jika anda tinggal atau berada dipantai, jauhi panatai untuk menhindarai terjadinya      Tsunami.
     Jika anda tinggal didaerah pegunungan, apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang      mungkin   terjadi longsoran.

Sesudah terjadi Gempabumi.
      Jika anda berada dalam bangunan. Keluar dari bangunan tesebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telpon /minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada anda atau sekitar anda.
      Periksa lingkungan sekitar anda. Periksa apabila terjadi kebakan. periksa apabila terjadi kebocoran gas. Periksa apabila terjadi arus pendek. Periksa aliran dan pipa air. periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll).
c    Jangan masuk kebangunan  yang sudah terjadi gempabumi, karena kemungkian masih       terdapat reruntuhan.
d     Jangan berjalan disekitar daerah gempabumi, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
     Mendengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio  (apabila terjadi gempabumi susulan).
      Mengisi angket yang diberikan oleh Instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar       kerusakan yang terjadi.


informasi Gempabumi
Gempabumi adalah Peristiwa pelepasan energi yang diakibatkan karena adanya akumulasi energi pada batuan. Pada umumnya gempabumi yang terjadi di dunia diakibatkan 99% karena adanya aktivitas lempeng tektonik.

Gempabumi  merupakan  fenomena alam yang bersifat merusak dan menimbulkan bencana, digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
a.  Gempabumi Vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
 b.  Gempabumi Tektonik
Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng  lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan  kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.
c.  Gempabumi Runtuhan
Gempabumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan,  gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
d.  Gempabumi Buatan     
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Berdasarkan kekuatannya atau magnitude (M), gempabumi dapat dibedakan atas :
a      Gempabumi sangat besar dengan magnitude lebih besar dari 8 SR.
b      Gempabumi besar magnitude antara 7 hingga 8 SR.
c       Gempabumi merusak magnitude antara 5 hingga 6 SR.
d      Gempabumi sedang magnitude antara 4 hingga 5 SR.
e       Gempabumi kecil dengan magnitude  antara 3 hingga 4 SR .
f.       Gempabumi mikro magnitude antara 1 hingga 3 SR .
g       Gempabumi ultra mikro dengan magnitude lebih kecil dari 1 SR .

Berdasarkan kedalaman sumber (h), gempabumi digolongkan atas :
a       Gempabumi dalam  h  > 300 Km .
         Gempabumi menengah 60 < h  <  300 Km .
         Gempabumi dangkal h < 60 Km .

Berdasarkan tipenya Mogi membedakan gempabumi atas:
a.
TypeI   :
Pada tipe ini gempa bumi utama diikuti gempa susulan tanpa didahului oleh  gempa pendahuluan (fore shock).
b.
Type II :
Sebelum terjadi gempa bumi utama, diawali dengan adanya gempa pendahuluan dan selanjutnya diikuti oleh gempa susulan yang cukup banyak.
c.
Type III:
Tidak terdapat gempa bumi utama. Magnitude dan jumlah gempabumi yang terjadi besar pada periode awal dan berkurang pada periode akhir dan biasanya dapat berlangsung cukup lama dan bisa mencapai 3 bulan. Tipe gempa ini disebut tipe swarm dan biasanya terjadi pada daerah vulkanik seperti gempa gunung Lawu pada tahun 1979.



ALAT BANTU DAN ALAT UKUR SEISMOGRAF ALAT BANTU DAN ALAT UKUR SEISMOGRAF Reviewed by Penjualhewan.com on 17:56 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.