PERANAN BUDAYA TERHADAP KETAHANAN BANGSA INDONESIA

PERANAN BUDAYA TERHADAP KETAHANAN
BANGSA INDONESIA
Peranan Budaya terhadap Ketahanan Bangsa Indonesia

Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Bangsa Indonesia adalah bangsa  yang memiliki banyak budaya. Banyak dan beragamnnya budaya Indonesia membuat bangsa ini menjadi kaya dan memiliki banyak perbedaan. Layaknya sebuah kebun, akan indah bila memiliki banyak bunga dengan beragam jenis dan warna, begitu juga bangsa Indonesia. Bangsa yang memiliki beragam kebudayaan dapat menjadi bangsa yang kuat dan kaya sehingga disegani bangsa-bangsa lain di dunia.
Kebudayaan memang ibarat bunga, dari benih,perlu dirawat dan ditata untuk membuat sebuah kebun yang indah. Sayangnya, bangsa ini meskipun telah memiliki banyak benih, namun belum dapat menata dan merawat bunga-bunga ini. Hal ini justru membuat bunga-bunga ini saling bersaing dan tumpang tindih untuk memamerkan keindahan masing-masing sehingga menjadi semrawut dan bukan menciptakan keindahan. Tentu saja, ketidadk teraturan ini membuat kebun menjadi malas untuk dilihat dan didatangi burung, kupu-kupu, apalagi manusia.
Sebenarnya, menurut Selo Soemardjan budaya dan Soelaiman Soemardi adalah  sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide yang ada dalam pikiran manusia dalam pengalaman sehari hari yang sifatnya abstrak. Sedangkan menurut Koentjoroningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar. Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. Jadi kebudayaan adalah sebuah sistem yang diperoleh dari ide, gagasan, pikiran, yang terlahir untuk mengatasi tantangan hidup yang ada di alam sebagai bentuk adaptasi agar tetap hidup dan mencapai keselamatan serta kesejahteraan
Adapun unsur-unsur kebudayaan adalah : bahasa, sistem pengetahuna, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan tekhnologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, kesenian. Wujud kebudayaan yaitu wujud ide, wujud perilaku, wujud artefak
Sebagai mahasiswa dan generasi muda, sudah selayaknya hal ini menjadi perhatian agar bangsa Indonesia disegani.
Dalam makalah ini, penulis akan membahas beberapa hal. Yang pertama, kebudayaan bangsa Indonesia Yang kedua,ironi yang terjadi terhadap budaya bangsa Indonesia. Yang ketiga, Peranan budaya tehadap ketahanan nasional. Yang terakhir, solusi apa yang bisa dilakukan sebagai generasi muda.

B.    Pembahasan
Indonesia mempunyai budaya yang sangat beragam, yang terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda – beda. Namun, sayang apabila anugerah tersebut tidak dijaga dan dirawat dengan baik. Masyarakat kurang sadar betapa pedulinya bangsa lain untuk melihat indahnya keberagaman budaya bangsa ini,yang seharusnya dilestarikan keindahanya di kembangkan kebudayaanya demi menjaga keaslian bangsa ini. Budaya bangsa yang mulai luntur dan rapuh harus kita kembalikan agar kemelut- kemelut bangsa kita menjadi sirna. Identitas budaya bangsa  harus tetap dipertahankan untuk menyongsong masa depan yang lebih menjanjikan. Maka di pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang :
1.     Kebudayaan bangsa Indonesia
Budaya orang indonesia kental dengan ramah tamah, gotong royong, saling hormat menghormati dan bermusyarawarah itu kerap kali kita lihat dari budaya masyarakat indonesia. walaupun bangsa indonesia terdiri dari beberapa ras, budaya, serta tradisi masing masing yang sudah dipastikan berbeda. Negara indonesia dikenal dengan kemajemukkan suku dan bertoleransi tinggi, ini dibuktikan banyak sekali suku-suku yang ada di indonesia, seperti : Jawa, Sunda, Batak, Dayak, dll. Tetapi semua itu tidak menjadi suatu perbedaan yang menuju keperpecahan melainkan dengan perbedaan itu menciptakan sikap saling toleransi, dan kita lebih menghargai akan budaya daerah yang lain. Serta perbedaan itu telah di persatukan oleh Bahasa Indonesia yang menjadi alat pemersatu suku-suku yang ada di indonesia ini.
Di Indonesia sendiri budaya saling hormat-menghormati masih sangat kental, dapat di lihat dari perilaku budaya cium tangan anak kepada kedua orang tua ‘Salim’, serta budaya selalu menggunakkan tangan kanan ‘Jabat Tangan, Memberi Barang atau Menerima Sesuatu’. Itu merupakan sedikit dari banyaknya tradisi dan budaya bangsa indonesia yang sudah mengakar kuat kepada anak cucu kita. budaya Indonesia sangatlah beraneka ragam bahkan kaya, apabila kita berada di kota yang berbeda kita pasti juga akan menemukkan budaya yang berbeda pula.
  Dalam dunia pendidikan contohnya, budayanya sangat terasa antara guru dan murid. Terbukti dengan selalu mempertahanka budaya cium tangan yang dilakukan murid kepada bapak/ibu guru, kepatuhan seorang murid kepada guru, rasa sopan santun kepada guru, dll. Apabila dicermati dengan mendalam budaya itu sudah tertanam sewaktu anak-anak berada di lingkungan keluarga yang sudah barang tentu hasil dari nenek moyang kita yang sudah menanamkan dan mengakarkan tradisi serta budaya sehingga bangsa indonesia di kenal dengan budaya ketimuranya yang sopan sapun serta keramah tamahan masyarakatnya.
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan.
Globalisasi ternyata sangat berpengaruh terhadap aspek kebudayaan suatu Negara, terutama Indonesia. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal, terutama di Indonesia.
Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan keanekaragaman kebudayaan suku Bangsa dan merupakan Negara yang sedang berkembang. Setiap suku bangsa di negeri ini memiliki masing-masing kebudayaan. Namun karena terlalu banyak kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat yang modern. Budaya asing yang masuk juga membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan generasi muda saat ini. Tidak semua budaya asing membawakan dampak positif bagi generasi muda. Untuk itu kita sebagai generasi muda seharusnya lebih memilah-milih budaya asing yang kini masuk ke Indonesia, supaya jati diri kita sebagai anak bangsa tidak rusak. Banyak sekali tindak kejahatan yang terjadi saat ini akibat budaya asing yang masuk. Tindakan kriminal, narkoba, tawuran antar pelajar & suku, kasus pemerkosaan, serta pergaulan bebas. Ini semua terjadi akibat generasi muda kita sangat mudah terpengaruh untuk menirukan kebudayaan asing yang menurut mereka sudah tidak haram lagi untuk diikuti. 
Fenomena seperti inilah yang sekarang terjadi akibat generasi muda tidak bisa memilah budaya asing yang masuk ke negri ini. Maka dari itu peranan pemerintah dan para generasi muda sangat diperlukan saat ini, untuk tidak begitu saja menerima budaya asing yang masuk supaya generasi muda Indonesia tidah hancur.
Dari semua permasalahan ini yang paling mendasar adalah arus globalisasi yang sangat pesat berkembang dan tidak dapat ditanggulangi  lagi. Hal ini berpengaruh besar terhadap anak muda sekarang. Kita lihat saja dengan gejala-gejala yang muncul, mereka telah kehilangan kepribadian dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.   Diantaranya cara berpakaian mereka, banyak remaja-remaja kita yang berdandan layaknya selebritis yang cenderung mengarah ke budaya barat dan asia seperti contohnya artis luar negri yakni Lady Gaga. Mereka menggunakan pakaian yang sangat minim dan memperlihatkan bagian tubuh mereka yang seharusnya tidak kelihatan oleh orang lain. Padahal sudah jelas cara berpakaian mereka sangat tidak pantas dan tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Kemudian gaya rambut, mereka tidak tanggung-tanggung mengecat rambut mereka dengan berbagai macam warna. Dari sini sudah terlihat bahwasannya sudah tidak banyak lagi remaja yang mau melestarikan budaya bangsa ini dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Bukan itu saja, kemudian ada Teknologi Internet yang selalu memberikan informasi tanpa batas dan dapat kapan saja diakses oleh siapa saja. Terutama bagi anak muda internet sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Jika fasilitas ini digunakan dengan baik maka pastinya kita akan memperoleh manfaat yang berguna untuk kehidupan kita, namun apabila fasilitas ini digunakan untuk hal-hal negatif  maka kita akan mendapat kerugian bagi kehidupan kita. Namu sekarang ini, banyak sekali para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat luas lainnya yang telah menyalah gunakan internet untuk  hal-hal yang tidak baik. Misalnya saja untuk membuka situs-situs porno, bermain game online dsb. Bukan hanya internet,  namun ada lagi pegangan wajib mereka yang saat ini sudah menjadi trend diseluruh dunia, yaitu Handphone. Saat ini banyak sekali berbagai macam jenis handphone yang beredar  di pasar luas dengan didampingi fitur-fitur canggih dan pastinya dengan harga yang bervariasi dari yang termahal hingga termurah. Hal seperti telah menyebabkan rasa sosial dan interaksi masyarakat mejadi berkurang, karena mereka telah memilih sibuk sendiri dengan pegangan mereka , yaitu handphone.  Selain itu semua beberapa tahun terakhir, maraknya anggota geng motor yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, seperti beberapa contohnya yang sering kali terjadi di wilayah bandung dan makasar. Geng motor anak muda ini kerap kali melakukan tindakan kekerasan, seperti contohnya perampasan sepeda motor yang akhirnya si pemilik kendaraan tersebut dibunuh. Hal seperti ini sangat menganggu ketentraman dan keamanan masyarakat. Dan ini merupakan dampak dari globalisasi, karena banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak mengenal sopan santun dan cenderung tidak ada rasa peduli terhadap sesama lingkungan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh tersebut dibiarkan, maka mau jadi apa generasi muda penerus bangsa ini? Moral generasi penerus bangsa menjadi rusak, Norma-norma yang seharusnya dilaksanakan dalam kehidupan kini diacuhkan begitu saja.  Apabila tidak ditanggapi dengan serius maka Nilai Nasionalisme akan semakin berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap buudaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap sesama masyarakat.

2.    Ironi yang tejadi terhadap bangsa Indonesia masa kini
Gempuran  suguhan hiburan yang berasal dari luar negeri  kian menjamur bak air hujan yang mengguyur alam. Bisnis mendatangkan artis internasional nampaknya semakin prospektif seiring tumbuhnya kelas menengah (middle class) yang haus akan hiburan. Beberapa minggu ini publik dihebohkan dengan  rencana konser artis korea, sosok yang dipuja oleh golongan  muda yang selalu ramai dibicarakan. Kehadiran NKOTB dan BSB, boyband barat yang ngetop di era 90-an juga menambah daftar panjang artis internasional yang bertandang di Indonesia. Kelesuan perekonomian yang akhir-akhir ini menimpa AS dan negara-negara Uni Eropa membuat Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar yang sangat prospektif untuk mendatangkan artis-artis internasional.
Demam K-POP  Belum hilang juga dari ingatan bagaimana heboh dan histerisnya ELF (Everlasting Fans), sebutan bagi para penggemar boyband Super Junior (Suju) dari Korea, ketika idola mereka bertandang ke Ibu Kota. Puluhan ribu tiket yang dijual (yang sama sekali tidak tergolong murah) langsung ludes hanya dalam waktu beberapa jam. Tiga hari konser Suju rasanya tidak cukup untuk memuaskan dahaga para ELF Indonesia. Tidak dapat dibayangkan berapa rupiah untung yang diraup oleh promotor. Fenomena ini menunjukkan Hallyu (demam Korea) yang semakin terasa menyesakkan. Bahkan kini dunia hiburan Korea menjadi kiblat entertainer dan pebisnis dunia hiburan Indonesia, mulai dari drama serial, film, musik, bahasa, budaya dan bahkan fesyen, semuanya berafiliasi pada kecenderungan meniru Korea.
Rasanya, kini K-Pop mencekoki ruang-ruang hiburan kalangan muda. Bermunculannya boyband dan girlband yang seharusnya menjadi warna baru dalam dunia hiburan di Indonesia justru lebih banyak diindikasikan meniru dan bahkan menjiplak persis boyband dan girlband dari Negeri Ginseng tersebut. Tidak hanya itu, banyak juga drama dan FTV yang ternyata mengadopsi cerita drama dari Korea. Sebetulnya tidak akan menjadi masalah jika menjadikan Korea dan segala cerita kesuksesannya sebagai inspirasi dan motivasi memajukan dunia hiburan Tanah Air. Namun menjadi sangat ironis manakala hallyu yang melanda justru menjadikan pelaku seni semakin tidak kreatif, tidak berani mencoba hal yang baru, hanya ikut-ikutan. Dan bahkan yang lebih parah, menjiplak persis (plagiasi) produk hiburan dari Negeri Ginseng tersebut hanya demi meraih keuntungan yang besar.
Disinilah  dimulainya degradasi  budaya yang dimana budaya dari luar masuk dengan perlahan sehingga dapat sedikit demi sedikit melunturkan budaya asli yang telah melekat pada kebudayaan bangsa Indonesia. Misalnya saja, badai hallyu yang semakin kencang di Indonesia tidak dapat dipungkiri secara tidak langsung membatasi  kreativitas para pelaku seni, meski tidak semua terpengaruh. Para pebisnis dunia hiburan yang melihat fenomena demam K-Pop beramai-ramai menjadikan K-Pop sebagai kiblat dalam menggarap produk seninya dengan harapan akan laku keras di pasaran karena sesuai dengan apa yang sedang digandrungi pasar. Jelas anak-anak muda zaman sekarang pasti akan lebih menggemari musik-musik yang dibawakan Suju dibandingkan musik kehidupan yang dicipta Bimbo atau Ebiet G.Ade. Lebih tahu SNSD daripada Waljinah atau Didi Kempot. Lebih senang dan paham mendengarkan lagu Korea  dan Barat dibandingkan lagu-lagu campursari, keroncong maupun lagu daerah. Lebih bangga mengenakan Han Bok (pakaian tradisional Korea), berpakaian Harajuku, serta minim dibandingkan kebaya.  Jelas, karena kebudayaan luar  dianggap ‘lebih segala-galanya’ daripada kebudayaan asli Nusantara.
Terutama pada saat ini, Korea menjadi arus utama (main stream) dalam dunia hiburan Tanah Air. Tidak buruk memang, tetapi ketika orientasi yang terus menerus diciptakan hanya merujuk pada kebudayaan bangsa lain hanya untuk meraup untung yang besar, kapan kita bisa menghargai dan mencintai  apalagi melestarikan  kebudayaan lokal kita sendiri.
Salah satu contoh  gaya hidup yang lain adalah para pemuda masa kini atau biasa disebut remaja yang mengikuti mode orang barat dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah  berpakaian. Masalah berpakaian para remaja masa kini selalu dikaitkan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Karena, sebagian remaja Indonesia khususnya, dalam berpakaian selalu mengkuti mode yang berlaku. Bahkan yang lebih menyedihkan, di stasiun-stasiun tv banyak ditampilkan contoh gaya hidup dalam berpakaian para remaja yang mengikuti mode orang barat. Otomatis bukan hanya remaja Metropolitan saja yang mengikuti mode tersebut, tetapi juga orang-orang yang berada dalam perkampungan atau pedalaman.  Contoh berikutnya, gaya hidup sebagian remaja yang mengikuti budaya orang barat adalah mengkonsumsi minum – minuman keras, narkoba, dan barang haram sejenis lainnya. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut, maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Ini adalah pengertian yang sangat salah. Minum – minuman keras dan narkoba adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh gaya hidup orang barat yang sangat berbahaya dan sangat berpengaruh bagi maju mundurnya suatu bangsa,dan yang lebih anehnya, budaya tersebut telah diikuti oleh sebagian remaja Indonesia.
Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Data-data yang lain juga menyebutkan bahwal ebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.
Ironi lagi bangsa Indonesia saat ini lebih melestarikan budaya negara lain daripada budaya sendiri.Termasuk dalam penggunaan bahasa asing (dalam hal ini bahasa Inggris). Hal ini bisa dilihat dari menjamurnya tempat kursus atau tempat les bahasa Inggris. Ini mengindikasikan bahwa bahasa Inggris telah mendapat perhatian lebih dibanding bahasa negara sendiri. Alhasil,  penggunaan bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa nasional kini telah meredup oleh gemerlap bahasa asing. Belum lagi sikap apatis terhadap bahasa Indonesia semakin nampak. Orang-orang lebih senang mencampur adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris atau bahkan tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Penyebabnya, kebanyakan diantara kita berpikir bahasa Indonesia adalah bahasa yang ketinggalan zaman. Ironis, di tengah Indonesia sedang ingin membangun citra sebagai negara yang kaya akan bahasa, namun kebanggaan memakai bahasa Indonesia ternyata memalukan. Kita seolah-olah tidak memiliki rasa bangga akan budaya kita sendiri. Bisa saja, kita tidak paham bahwa dengan sikap seperti itu perlahan-lahan akan mematikan pemakaian bahasa Indonesia.
Satu lagi contoh yang ironi terhadap kebudayaan kita adalah kebudayaan jawa yang sudah hampir tidak dilestarikan oleh orang jawa, yaitu bahasa jawa. Bahasa jawa adalah bahasa komunikasi yang dipakai suku jawa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar masyarakatnya,namun kenyataannya sekarang sudah hampir punah diterjang bahasa lain yang lebih modern dikalangan nasional maupun internasional. Di Suriname negara bagian Amerika Latin contohnya bahasa jawa berkembang pesat. Ini menjadi koreksi bagi bangsa Indonesia, mengapa sampai budaya kita sukses di negeri orang. Dengan melihat kondisi tersebut, kita telah terlindas dengan globalisasi yang kita banggakan. Bukan berarti kita harus mengesampingkan globalisasi tersebut, tetapi mestinya kita wajib mempertahankan budaya yang akan kita wariskan pada anak cucu kita.
Banyak hal yang unik dan khas dari kebudayaan Indonesia, tetapi rupanya mata, lidah, telinga dan hati banyak masyarakat mulai alergi pada sesuatu yang berbau ‘tradisional’  atau ‘lokal’. Indikasi terdegradasinya rasa nasionalisme dapat jelas terlihat dari salah satunya dunia hiburan yang makin sepi produk yang ‘benar-benar Indonesia’, pertunjukan-pertunjukan budaya dan membludaknya masyarakat yang bangga menggunakan dan menikmati produk kebudayaan asing dan bahasa asli bangsa Indonesia yang mulai lenyap diguyur bahasa asing.            
3.     Peranan budaya terhadap ketahanan nasional
Setiap bangsa memiliki cita-cita untuk menjadikan bangsanya sebagai bangsa yang maju dan diakui oleh bangsa lain, seperti bangsa indonesia yang memiliki beragam suku, beragam ciri khas dari setiap masing-masing daerah. Berbagai lapisan masyarakat di Indonesia mempunyai adat , suku , agama yang berbeda. Hingga saat ini kita dapat melihat beberapa tradisi adat yang sering kita jumpai ditengah masyarakat.
Rasa cinta kebudayaan ini dapat menjadi energi positif bagi setiap anggota masyarakat untuk terus melestarikan budaya yang mereka miliki , karena kita memiliki banyak suku dan tiap suku mempunyai ciri khas masing-masing, misalnya dalam segi rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik atau pun adat istiadat yang dianut sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mengunjungi atau pun mempelajari budaya indonesia seperti belajar tarian khas suatu daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya indonesia memiliki ciri khas yang unik.
Kebudayaan daerah juga dapat menjadi devisa bagi Negara maupun menjadi keuntungan bagi individu itu sendiri dan merupakan sumber ketahanan dari budaya bangsa .
Kebudayaan daerah menjadi sumber ketahanan budaya bangsa. Kebudayaan daerah adalah tiang dari keberadaan budaya nasional, kesatuan budaya-budaya daerah adalah identitas keberadaan kita sebagai bangsa indonesia. Jika kebudayaan daerah ini kita jaga dan lestarikan akan menjadi kekuatan tersendiri yang membuat semakin kokohnya keberadaan indonesia.
Namun di era globalisasi seperti saat ini sangat banyak pengaruh dari budaya-budaya asing, khususnya bagi pemuda-pemuda yang cenderung lebih memilih mempelajari kebudayaan-kebudayaan asing seperti cosplay, doujinshi, bunkasai (asia/jepang) juga menggunakan tato, anting, kalung, gelang bahkan gaya rambut yang aneh-aneh (barat) karena dianggap mengikuti mode atau bisa dibilang lebih modern.
Adapun pengaruh budaya terhadap ketahanan bangsa dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal yaitu :
1. Pengaruh Positif
a)      Keanekaragaman budaya local yang ada di Indonesia. Begitu kaya dan beragamnya kebudayaan yang dimiliki tiap-tiap daerah merupakan sumber kekuatan bagi bangsa ini menjadi bangsa yang besar di kemudian hari. Kekuatan dan keunggulan budaya bangsa sejatinya manifestasi dari tumbuh suburnya budaya-budaya lokal yang terus dipupuk dengan baik.
b)      Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia.
c)      Keanekaragaman budaya Bangsa Indonesia dapat dijadikan ajang promosi Pariwisata Negara dan Daerah.
d)     Budaya lokal yang ada adalah aset bagi bangsa Indonesia, dimana banyak kekayaan yang tak ternilai akan keunikannya masing-masing sehingga bangsa Indonesia dipandangsebagai bangsa yang besar dengan jutaan keunikannya yang memperkuat budaya nasional bangsa Indonesia.
 e)      Dalam masa era-globalisasi yang ada, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya bangsa yang tidak dapat dijangkau kepada masyarakat agar mereka pun dapat mengenalnya.
f)      Kekayaan budaya telah mampu mendorong jutaan wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata ke Indonesia. Para wisatawan yang datang ke setiap daerah tujuan wisata tidak hanya melihat keindahan alamnya saja, tapi yang lebih utama adalah budaya dari masyarakat lokal yang dikunjungi.
g)      Menciptakan lapangan pekerjaan, bagi masyarakat yang dapat melihat peluang merekadapat menciptakan lapangan pekerjaan di bidang budaya.
h)     Perubahan karena adanya Plagiarisme, banyaknya orang luar negri yang mengaku – akui budaya Indonesia membuat kaum – kaum muda menjadi tahu pentingnya kebudayaan – kebudayaan daerah yang mereka miliki, dan belajar melindungi dan memeliharanya.
i)      Program pertukaran pelajar antar negara dapat dioptimalkan agar bangsa lain dapatmengenal budaya bangsa Indonesia sehingga membawa dampak bagi pelajar bangsaIndonesia memiliki rasa bangga akan budaya bangsanya sendiri serta bangsa lain menjaditertarik untuk mempelajarinya




2. Pengaruh Negatif

 a)     Budaya lokal yang ada diseluruh nusantara tidak semuanya dikenal oleh bangsanya sendiri. Sehingga promosi dan perkenalan budaya lokal hanya sebagian saja yang dikenal.
b)      Kurangnya kesadaran dari setiap warga negara untuk mempelajari budaya daerah lainnya,mereka lebih tertarik mempelajari budaya asing yang dipandang lebih keren dan lebih modern. Serta adanya pandangan bahwa budaya lokal yang mereka miliki adalah budayayang paling baik.
c)      Banyaknya generasi muda yang belajar budaya asing. Namun, tidak diimbangi dengan pengetahuannya tentang budaya lokal di Indonesia. Sehingga mereka tidak mengenal budaya mereka sendiri.
d)     Perkembangan era Globalisasi seperti teknologi maupun media – media berita yang memberi perubahan cara pandang rakyat Indonesia terhadap segala sesuatu termasuk budaya, membuat masyarakat Indonesia mulai menjauhi kebudayaan daerah mereka.
f)           Era globalisasi yang ada dapat merupakan ancaman sekaligus peluang bagi bangsaIndonesia. Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin besar arus informasi yang masuk, baik itu budaya asing maupun budaya lokal bangsayang ada.
g)     Banyaknya budaya lokal yang ada, diharapkan tidak terjadinya budaya emas dan budaya lokal yang terbelakang. Karena hal ini dapat menimbulkan kesenjangan dan perpecahan. Sehingga masyarakat dan pemerintah harus cermat dan tetapmenganggap semua budaya lokal itu sama kedudukannya.
h)      Kemajuan Teknologi, walaupun di pandang baik, Kemajuan Teknologi sering kali membuat kemunduran  pada kebudayaan daerah. Kaum muda lebih menyukai bermain dengan teknologi dari pada belajar kebudayaan mereka sendiri. Ini merupakan tantangan bagi kita untuk memperlihatkan permainan – permainan daerah yang masih merupakan kebudayaan kita lebih baik dari pada teknologi yang membuat anak bangsa tidak pernah berkembang dan bergabung dengan alam.
i)      Lapangan pekerjaan yang diciptakan dengan membuat kerajinan tangan khas daerah lokal harus bersaing dengan produk-produk luar negeri.
j)      Tidak  hanya peranan dari masyarakat saja, namun membutuhkan peranan dari pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana yang dapat dimafaatkan oleh masyarakat dan pemerintah sendiri untuk terus menjaga budaya lokal yang ada.

4.    Solusi agar budaya  nasional mampu menjadi kekuatan ketahanan nasional
Budaya Indonesia memang telah hampir hilang karena penjajahan budaya asing yang masuk tanpa ada batasnya. Budaya sopan santun, saling menghargai, menghormati, dan bahkan Bahasa Indonesia serta Bahasa Daerah sendiri pun semakin tergusur oleh budaya luar negeri yang semakin hari semakin tidak bisa dibendung, karena semakin globalnya dunia ini dimana tidak ada lagi batas bagi informasi yang masuk. Sebagai mahasiswa,dan sebagi generasi muda penerus bangsa kita harus segera memikirkan solusi yang tepat  untuk memperbaiki, mengembalikan, dan melestarikan serta menjaga budaya kita yang hampir luntur karena arus global. Tidak hanya peran mahasiswa yang aktif melawan,namun hal ini dibutuhkan peran dari semua pihak.
                        Dalam mengatasi banyaknya kebudayaan indonesia yang hilang, negara harus
memperkokoh budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak diambil perlahan oleh budaya asing. Pemerintah  juga perlu mengkaji ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa. Tentunya dalam mengatasi hal ini, tidak hanya dari pemerintah saja melainkan juga seluruh masyarakat juga harus ikut berperan aktif.
Upaya pemerintah dalam mempertahankan budaya nasional sangat penting, sebagai perwujudan upaya melestarikan budaya nasional sebagai identitas bangsa.  Upaya pelestarian dan pengembangan budaya dari masing-masing daerah dapat diapresiasi agar bangsa lain melihat dan menghargai adanya kebudayaan yang sangat unik yang terdapat di indonesia, dari sini lah kita mewujudkan suatu kebanggaan terhadap budaya yang kita miliki.
Menjadikan budaya bangsa sebagai suatu kebanggaan, dalam bentuk apresiasi atau pun pembelajaran dalam suatu daerah. Dari banyaknya kepulauan yang ada di indonesia akan menjadi pemersatu dalam upaya mempertahankan budaya nasional.Kemudian setelah adanya upaya seperti itu, pemerintah berusaha untuk menghak patenkan budaya atau kesenian yang telah ada di indonesia agar tidak ada yang bisa mengklaim hasil dari budaya kita. Memang harus diakui bahwa ancaman globalisasi tak bisa dihindari. Ketahanan budaya ini tentu harus selalu kita artikan secara dinamis.
Adapun yang harus kita lakukan untuk mengatasi pengaruh globalisasi dan teknologi yang akan menimbulkan pengaruh negatif bagi kebudayaan indonesia, serta berkurangnya rasa nasionalisme  yaitu menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya, kita harus menumbuhkan semangat nasionalisme terhadap masyarakat yakni dengan menumbuhkan semangat mencintai produk-produk dalam negeri, Masyarakat juga harus ikut berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya, dan budaya bangsa umumnya, mayarakat juga perlu menyeleksi kemunculan kebudayaa-kebudayaan baru yang masuk ke Indonesia, agar tidak merugikan dan tidak berdampak negatif bagi kebudayaan kita serta ketahanan nasionalisme bangsa.
Integrasi Nasional sangat diperlukan di masa depan,dalam upaya untuk melestarikan keragaman budaya asli Indonesia mengingat bahwa integritas masyarakat Indonesia saat ini kurang karena adanya beberapa faktor, salah satunya pengambilan keputusan disalah satu pihak secara subyektif  tanpa memperhatikan pihak lainnya. Jadi, dengan komunikasi dan interaksi suku bangsa yang mendiami pulau-pulau di Nusantara harus dapat menyatukan aspirasi bersama untuk hidup bersama sebagai satu bangsa di satu tanah air.
Sedangkan untuk mengatasi lunturnya bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang hampir menghilang di tengah kaum muda Indonesia, dapat diselesaikan dengan membiasakan sejak dini dalam percakapan sehari-hari baik di keluarga, sekolah dan masyarakat. Apabila menggunakan bahasa, menghindari percampuran bahasa antara bahasa daerah, Indonesia, dan bahasa asing.
Ketahanan pada aspek budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya bangsa Indonesia yang berisi keuletan,ketangguhan,dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan serta gangguan dari luar maupun dalam yang langsung. maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan bangsa dan negara.
Ketahanan budaya tercermin dalam kondisi kehidupan budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
 Tetapi tidak dapat dipungkiri disisi lain globalisasi bisa memberikan kesempatan istimewa untuk bangsa-bangsa yang kaya dengan budaya, kebudayaan kita akan tersebar ke luar batas negara dan memberikan pengaruh kepada dunia. Globalisasi juga membawa pengaruh positif terhadap kebudayaan indonesia. Yang mana, kita dapat meniru pola pikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin, serta iptek dari bangsa lain yang sudah maju. Dan dengan kemajuan teknologi dan komunikasi, kita akan lebih mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan dan kita juga akan lebih terpacu untuk meningkatkan kualitas diri. Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus pandai-pandai menyaring dan menyeleksi arus globalisasi yang masuk ke Indonesia agar tetap dapat sesuai dengan kebudayaan bangsa indonesia.

Penutup
C.    Kesimpulan
Kebudayaan ialah sebuah sistem yang diperoleh dari ide, gagasan, pikiran, yang terlahir untuk mengatasi tantangan hidup yang ada di alam sebagai bentuk adaptasi agar tetap hidup dan mencapai keselamatan serta kesejahteraan. Adapun unsur-unsur kebudayaan adalah : bahasa, sistem pengetahuna, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan tekhnologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, kesenian. Wujud kebudayaan yaitu wujud ide, wujud perilaku, wujud artefak.
            Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan keanekaragaman kebudayaan suku bangsa yang mempunyai aneka ragam budaya lokal yang bervariatif dan unik. Budaya asli Indonesia,yang mengedepankan sikap ramah tamah, gotong royong, saling hormat menghormati dan bermusyarawarah itu kerap kali kita lihat  walaupun bangsa indonesia terdiri dari beberapa ras, budaya, serta tradisi masing masing yang sudah dipastikan berbeda.  Setiap suku bangsa di negeri ini memiliki masing-masing kebudayaan. Namun karena terlalu banyak kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat yang modern. Budaya asing yang masuk juga membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan generasi muda saat ini. Tidak semua budaya asing membawakan dampak positif bagi generasi muda. Untuk itu kita sebagai generasi muda seharusnya lebih melestarikan, menjaga budaya asli kita, memilah-milih dan menyaring budaya asing yang kini masuk ke Indonesia, supaya jati diri kita sebagai anak bangsa tidak rusak.  Tentu saja tidak hanya peran mahasiswa yang aktif melawan,namun hal ini dibutuhkan peran dari semua pihak. Karena ini berdampak pada ketahanan bangsa Indonesia. Ketahanan budaya tercermin dalam kondisi kehidupan budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

D.    Daftar Pustaka
Sumarsono,dkk.2002.Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta: Gramedia Pustaka
       Utama



PERANAN BUDAYA TERHADAP KETAHANAN BANGSA INDONESIA PERANAN BUDAYA TERHADAP KETAHANAN BANGSA INDONESIA Reviewed by Penjualhewan.com on 05:59 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.