Batuan Penyusun Bumi

Batuan (rock) adalah materi padat berupa mineral maupun bahan organik yang menyusun bumi. Batuan dapat terdiri dari satu macam mineral atau kumpulan berbagai macam mineral. Ditinjau dari segi teknik sipil, batuan adalah sesuatu yang keras, kompak, dan atau berat. Perlu menggunakan ledakan apabila hendak memecahkan batuan. Dalam sudut pandang geologi, batuan tidak harus keras dan kompak. Lumpur, pasir, dan tanah liat (lempung) termasuk batuan. Batuan (rock) harus dibedakan dari batu (stone).
Batuan penyusun lapisan bumi selalu mengalami siklus atau daur. Siklus yang terjadi pada batuan disebut siklus batuan (rock cycle). Siklus batuan menunjukkan hubungan antara jenis batuan satu dengan jenis batuan lainnya. Siklus batuan akan menerangkan bagaimana perubahan magma menjadi batuan beku, batuan beku menjadi batuan sedimen, batuan sedimen menjadi batuan malihan, dan batuan malihan kembali menjadi magma.

Batuan beku terbentuk dari magma yang mengalami pendinginan dan kristalisasi. Selanjutnya batuan beku mengalami pelapukan yang memudahkan proses erosi dan pengangkutan. Material hasil pelapukan yang terangkut oleh berbagai tenaga akan diendapkan dan mengalami proses sementasi dan litifikasi menjadi batuan sedimen. Di bawah tekanan dan temperatur tinggi, batuan sedimen mengalami perubahan menjadi batuan malihan (metamorf). Apabila batuan metamorf ini masuk kembali ke lapisan dalam akan lebur menjadi magma.
Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu batuan beku (igneous rock), batuan endapan (sedimentary rock), dan batuan metamorfik (metamorphic rock).

Batuan Beku (Igneous Rock)
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat. Magma adalah zat cair – liat – pijar yang merupakan senyawa silikat dan ada di bawah kondisi tekanan dan suhu tinggi di dalam tubuh bumi (mantle atau crust). Sebanyak 80% batuan penyusun kerak bumi adalah jenis batuan beku. Berdasarkan tempat terbentuknya magma, batuan beku dibedakan atas tiga jenis, yaitu:

Batuan Beku Dalam
Batuan beku dalam terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan – lahan ketika masih berada jauh di dalam kulit bumi. Pendinginan magma berlangsung lambat, sehingga ada kesempatan membentuk kristal – kristal besar. Ciri khas batuan beku dalam adalah kristalnya besar dan bertekstur kasar.

Batuan Beku Korok
Batuan beku korok membeku dalam pipa kepundan gunungapi atau retakan / celah – celah kerak bumi. Batuan beku jenis ini kristalnya halus karena pembekuan dekat dengan permukaan bumi, tetapi di dalamnya terdapat kristal – kristal besar yang terbawa dari batuan beku dalam yang dilalui dalam perjalanan. Batuan beku korok memiliki tekstur campuran.

Batuan Beku Luar
Batuan beku luar atau batuan beku lelehan terjadi dari sebagian magma yang membeku setelah tiba di permukaan bumi. Batuan jenis ini mengalami pendinginan yang cepat, sehingga kristal – kristal yang dihasilkan halus (bertekstur halus). Jumlah batuan beku luar tidak sebanyak batuan beku dalam.
Batuan beku dapat pula dibedakan berdasarkan kandungan kimianya yang tercermin dari warna batuannya. Berdasarkan kandungan kimianya, batuan beku dibedakan menjadi:
Batuan Beku Asam: kandungan silikanya >65% dan berwarna terang.
Batuan Beku Sedang: kandungan silikanya 53 – 65%. Kandungan mineral silikat dan mineral ferromagnesianya seimbang, sehingga umumnya batuan jenis ini berwarna kelabu.
Batuan Beku Basa: kandungan mineral ferromagnesianya lebih banyak dibandingkan kandungan mineral silikatnya (<45%). Akibatnya batuan jenis ini memiliki warna yang gelap.
Batuan Beku Ultra-Basa: kandungan silikanya <15%.

Batuan Endapan (Sedimentary Rock)
 Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk lewat proses pengendapan, baik secara fisik mapun secara kimiawi. Batuan beku yang telah terbentuk pada permukaan bumipermukaan bumi mengalami pelapukan, lalu mengalami erosi. Hasil rombakan batuan beku tadi diangkut oleh tenaga pengangkut, seperti air, angin, es, dan gletser dan kemudian diendapkan. Bahan sedimen tersebutnya selanjutnya mengalami proses sementasi dengan bahan perekat berupa bahan – bahan halus, seperti lempung, kapur, silikat, dan sebagainya. Endapan tersebut kemudian tertutup dengan bahan sedimen berikutnya, menekan ke bawah sehingga terjadi proses litifikasi. Hasilnya disebut batuan sedimen yang bermacam – macam sesuai dengan ukuran dan jenis bahan sedimen yang diendapkan. Sekitar 80% permukaan benua tertutup dengan batuan sedimen, walaupun volumenya hanya sekitar 5% dari volume kerak bumi.
Berdasarkan tenaga yang mengangkut hasil pelapukan / erosi, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi:
Sedimen Aquatis: sedimen yang diendapkan oleh tenaga air.
Sedimen Aeolis: sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin.
Sedimen Glasial: sedimen yang diendapkan oleh tenaga gletser.

Berdasarkan atas asalnya dan cara terbentuknya, batuan sedimen dibedakan menjadi:
Batuan Sedimen Klastis
Berasal dari kata klastic yang memiliki arti lepas – lepas. Batuan sedimen jenis ini merupakan batuan sedimen yang diendapkan dalam bentuk bahan – bahan padat hasil pelapukan dan erosi, kemudian mengalami sementasi dan litifikasi menjadi batuan sedimen. Apabila hendak membedakan berbagai macam sedimen klastik diperlukan juga pengertian mengenai perbedaan ukuran butir. Dalam ilmu geologi, biasanya digunakan skala besar butir menurut Wentworth.
Ukuran Butir (mm) Nama Butir
>256 Boulder (Bongkah)
64 - 256 Cobble (Berangkal)
4 - 64 Pebble (Kerakal)
2 - 4 Granule (Kerikil)
1/16 – 2 Sand (Pasir)
1/256  - 1/16 Silt (Lanau)
<1/256 Clay (Lempung)

Batuan Sedimen Kimiawi
Pada batuan jenis ini, saat pengendapannya terjadi proses kimiawi seperti penguapan, pelarutan, dan dehidrasi.

Batuan Sedimen Organik
Batuan sedimen organik terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa rumah atau bangkai binatang di dasar laut.
•Batuan Metamorfik (Metamorphic Rock)
Apakah kalian pernah mendengar isitilah batuan metamorf? Kira – kira bagaimana batuan metamorf itu? Batuan metamorf memiliki beberapa definisi. Menurut J.A. Katili dan Marks, batuan metamorfik adalah batuan yang telah berubah karena bertambahnya tekanan dan temperatur. Menurut Grout batuan metamorfik adalah batuan yang mempunyai sifat – sifat nyata yang dihasilkan oleh proses metamorfisme. Sedangkan menurut Turner, batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan mineralogik dan struktur oleh metamorfisme dan terjadi langsung dari fase padat tanpa melalui fase cair. Penyebab metamorfosis pada intinya adalah temperatur yang tinggi dan atau tekanan yang tinggi.

Batuan Penyusun Bumi Batuan Penyusun Bumi Reviewed by Penjualhewan.com on 20:33 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.