Kritisisme Immanuel Kant

Abad ke – 18 di Jerman biasa di sebut Aufklarung atau zaman pencerahan yang di Inggris di kenal dengan Enlightenment. Pemberian nama ini, karena pada zaman ini manusia mencari cahaya baru dalam rasionya. Immanuel Kant mendefinisikan zaman ini dengan mengatakan : “Dengan Aufklarung di maksudkan bahwa manusia keluar dari keadaan tidak akil baligh. Zaman pencerahan merupakan tahap baru dalam proses emansipasi manusia varat yang sudah di mulai sejak Renaissance dan reformasi

Filsafat yang di kenal dengan kritisisme adalah filsafat yang ditrodusir oleh Immanuel Kant. Filsafat ini memulai perjalanannya dengan menyelidiki batas – batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda dengan corak filsafat modern sebelumnya yang mempercayai rasio secara mutlak. Isi utama dari kritisisme adalah gagasan Immanuel Kant tentang teori pengetahuan, etika, dan estetika.

Ciri – ciri kritisisme
1.Menganggap bahwa objek pengenalan itu berpusat pada subyek dan bukan pada objek
2.Menegaskan keterbatasan kemampuan rasio manusia untuk mengetahui realitas atau hakikat sesuatu; rasio hanyalah mampu menjangkau gejalanya atau fenomenananya saja
3. Menjelasakan bahwa pengenalan manusia atas sesuatu itu di peroleh atas perpaduan antara peranan unsure a priori yang berasal dari rasio serta berupa ruang dan waktu dan peranan unsure aposteriori yang berasal dari pengalaman yang berupa materi.
Kritik atas Rasio Murni

Kritisisme Kant dapat di anggap sebagai usaha raksasa untuk mendamaikan rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme mementingkan unsure a priori dalam pengenalan, berarti unsure – unsure yang terlepas dari segala pengalaman (seperti misalnya “ide – ide bawaan” ala Decrates). Empirisme menekankan unsure – unsure apostteriori,berarti, berarti unsure – unsure yang berasal dari pengalaman. Menurut Kant, bauk rasionalisme maupun empirisme kedua – duanya berat sebelah. Ia berusaha menjelaskan bahwa pengenalan manusia paduan antara sintesa unsure – unsure a priori dengan unsure – unsure aposteriori
Kritik atas Rasio Praktis

Rasio dapat menjelaskan ilmu pengetahuan, sehingga rasio di sebut rasio teoritis atau menurut istilah Kant sendiri Rasio murni.  Akan tetapi di samping rasio murni terdapat apa yang di sebut Rasio praktis, yaitu rasio yang mengatakan apa yang harus kita lakukan, atau dengan lain kata, rasio yang memberikan perintah pada kehendak kita. Kant memperlihatkan bahwa rasio praktis memberikan perintah mutlak yang di sebutnya imperative kategori. Misalnya bila kita meminjam barang kepunyaan orang lain,maka kita harus mengembalikan kepada pemiliknya atau bisa juga berupa pernyataan negative berupa larangan. Kant beranggapan bahwa ada tiga hal yang harus di sadari sebaik- baiknya bahwa tiga hal itu di buktikan hanya di tuntut. Itulah sebabnya Kant menyebutnya ketiga postulat dari rasio praktis ketiga postulat yang di maksud itu adalah:
1.Kebebasan kehendak
2.Immoralitas jiwa
3.Adanya allah

Kritisisme Immanuel Kant Kritisisme Immanuel Kant Reviewed by Penjualhewan.com on 04:22 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.