Sejarah Lahirnya Asyariyah

Nama lahirnya Asy’ariyah adalah dinisbahkan kepada nama pendirinya yaitu Abdul Hasan Ali bin Ismail al Asy’ari keturunan dari Abu Musa al- Asy’ari. Al- Asy’ary ketika kira – kira usia 10 tahun sampai 40 tahun berguru kepada seorang tokoh mu’tazilah yang bernama al – Juba’i. karena itu pada mulanya al – Asyary adalah pengikut Mu’tazilah yang setia, tetapi oleh sebab yang tidak jelas al – Asyary sungguhpun telah puluhan tahun menganut faham Mu’tazilah.  Karena merasa tidak puas terhadap konsepsi aliran Mu’tazilah dalam soal “ al – salah wa al – salah” dalam arti Tuhan wajib mewujudkan yang baik bahkan terbaik untuk kemaslahatan manusia. Dalam hal ini sebagaimanatelah terangkum dalam perdebatan dengan gurunya, yaitu al – Jubai sebagia berikut:
Al- Asyary : Bagaimana kedudukan ketiga orang berikut mukmin, kafir, dan anak kecil di akhirat?
Al – Jubai : Yang mukmin mendapat tingkat baik dalam surge, yang kafir masuk neraka dan yang kecil terlepas dari bahaya neraka.
Al- Asyary : Kalau yang kecil ingin memperoleh tempat yang lebih tinggi di surga, mungkinkah itu?
Al- Juba’I : Tidak. Yang mungkin mendapat tempat yang baik itu, kepatuhannya kepada Tuhan, sedang si kecil itu belum mempunyai kepatuhan.
Al- Asyary : Kalau anak kecil itu mengatakan kepada Tuhan, itu bukan salahku. Jika sekiranya engkau bolehkan aku terus hidup aku akan mengerjakan perbuatan – perbuatan baik seperti yang dilakukan oleh orang – orang mukmin.
Al- Jubai : Allah akan menjawab : aku tahu bahwa jika engkau terus hidup engkau akan berbuat dosa dan oleh karena itu akan kena hukuman. Maka untuk kepentinganmu aku cabut nyawamu sebalum engkau sampai pada umur tanggung jawab.
Al- Asyary : Sekiranya yang kafir mengatakan engkau ketahui masa depan ku sebagaimana engkau ketahui masa depannya. Apa sebabnya engkau tidak jaga kepentinganku?
Dan sampai di sini Al- Jubai terpaksa diam. Untuk selanjutnya al – Asyary menjadi merasa ragu – ragu akan kebenaran doktrin Mu’tazilah yang selama ini ia anut. Kemudian ia mengasingkan diri di rumah selama lima belas hari untuk memikirkan ajaran – ajaran Mu’tazilah.

Alasan Al – Asyary meninggalkan Mu’tazilah
Adapun alasan Al- Asyary meninggalkan Mu’tazilah ialah karena adanya perpecahan yang di alami kaum muslimin yang bisa menghancurkan mereka sendiri, kalau seandainya tidak segera di akhiri. Sebagai seorang muslim yang sangat mendambakan atas kepersatuan ummat, dia sangat khawatir kalau Al – Qur’an dan Al- Hadist menjadi kurban dari faham – faham Mu’tazilah yang di anggapnya semakin jauh dari kebenaran menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Hal ini di sebabkan karena mereka terlalu menonjolkan akal fikiran.
Secara ringkas dapat di kemukakan bahwa Mu’tazilah dan Qadariyah mempunyai faham – faham keagamaan yang menggoncangkan masyarakat antara lain :
Tidak mengakui rukyatullah
Mengingkari syafaat Nabi Muhammad SAW
Mengingkari adanya azab kubur
Al – Quran itu makhluk
Manusia menciptakan perbuatannya sendiri
Tidak mengakui sifat – sifat Allah.

Pokok – pokok Ajaran Asyariyah 
Adapun pokok – pokok ajaran Asyaryah adalah:
1.Tentang pelaku dosa besar, tidak menjadi kafir, ia tetap mukmin. Sebagai orang berdosa masih terbuka baginya pintu taubat untuk memperoleh ampunan – Nya.
2.Mengakui sifat Tuhan bukan Dzat – nya, maka Tuhan mengetahui bukan dengan dzat – Nya, melainkan dengan pengetahuannya
3.Soal imamah tidak jauh dengan Khawarij dan Mu’tazilah. Karena Islam sesuah Rasulullah, maka menunjuk seorang imam harus di dasarkan azas musyawarah dan pilihan syah.
4.Qur’an bukan di ciptakan. Qur’an sebagai Kalamullah adalah qadim bukan hadist ataupun di ciptakan, sedankan al- Qur’an yang terdiri dari huruf – huruf dan suara adalah baru.
5.Tuhan dapat di lihat dengan mata kepala di akhirat.
6.Perbuatan – perbuatan manusia di ciptakan Tuhan.
7.Semua yang di perintahkan adalah baik dan sebaliknya segala yang di larang Tuhan adalah buruk. Namun tidak ada baik dan buruk secara mutlak, karena semuanya adalah menurut perintah Allah.
8.Keadilan Tuhan adalah kekuasaan mutlak Tuhan yang tanpa batas itu, adalah adil kalau Tuhan mensurgakan dan menerakakan semua orang.
9.Tuhan menghendaki kebaikan dan kenurukan.
10.Tuhan tidak berkewajiban membuat yang baik dan terbaik dan member pahala kepada orang yang taat dan member siksaan atas orang yang durhaka.
11.Kebaikan dan keburukan bukan di tentukan oleh akal melainkan oleh wahyu
Demikianlah alairan Asyariyah timbul dengan semangat perlawanan yang gigih terhadap kaum Mu’tazilah. Dan untuk perkembangan faham aliran ini, selanjutnya akan Nampak jelas dalam kaum muslimin yang di kenal dengan sebutan Ahlus Sunah Wal Jamaah.

Sejarah Lahirnya Asyariyah Sejarah Lahirnya Asyariyah Reviewed by Penjualhewan.com on 04:11 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.