Unsur Hara Tanah Soil’s Unsure


Unsur hara tanah merupakan kadar organik di dalam tanah yang berupa mineral-mineral yang berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah.  Kadar organik di dalam tanah, khususnya di lapisan tanah atas, dipengaruhi oleh iklim, sifat-sifat tanah, vegetasi, dan hubungan antara tanah dan air. Sumber bahan organik dalam tanah antara lain berasal dari sisa-sisa tanaman yang telah mati, hewan dan jasad hidup tanah, kotoran dan lendir-lendir jasad hidup dalam tanah, serta adanya upaya pemupukan dengan pupuk kompos, pupuk kandang maupun pupuk hijau

Soil’s Texture


Tekstur tanah menyatakan kasar halusnya tanah atau menunjukkan fraksi-fraksi lempung, debu, dan pasir. Cara penetapan tekstur tanah ada dua, yaitu cara kualitatif (di lapangan) dan cara kuantitatif (di laboratorium). Cara kualitatif dengan cara sederhana yaitu segumpal tanah sebesar kelereng diremas diantara ibu jari dan jari lainnya dalam keadaan basah, maka akan terasa apakah bertekstur pasir (kasar), lempung (liat), atau debu (lembut.) Cara kuantitatif dengan memasukkan tanah ke dalam tabung ukur yang telah diisi larutan HCL, kemudian tanah di dalamnya dihancurkan, di aduk sampai halus dan di diamkan selama semalam, maka pada pagi hari sudah tersusun pembagian tekstur antara debu (paling atas), liat (tengah), dan pasir (paling bawah)

Soil’s Structure


Struktur tanah yaitu sifat fisik tanah yang menyatakan cara terikat butir tanah yang satu dengan yang lain.  Pengklasifikasian dilakukan pada waktu pengamatan morfologi tanah dengan membedakan bentuk dan susunan agregat tanah. Diklasifikasikan menjadi ; granuler (kersai), lempung, gumpal, tiang, remah, butir tunggal, dan masif

Soil’s Consistant


Konsistensi tanah yaitu sifat fisik tanah yang menyatakan derajat kohesi dan adhesi diantara fraksi-fraksi tanah atau daya massa tanah terhadap gaya-gaya yang menyebabkan perubahan bentuk. Gaya tersebut misalnya pengolahan.Cara pengukuran tingkat konsistensi tanah dengan dua cara, cara kualitatif dengan memijat tanah di antara ibu jari dan jari telunjuk untuk melihat penampang tanah, sedangkan cara kuantitatif dengan menggunakan alat penetrometer


Soil’s Colour


Warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kadar bahan organik, kadar mineral, kadar lengas, dan tingkat drainase tanah. Tanah dengan kadar bahan organik tinggi ditandai oleh warna tanah gelap. Tanah yang memiliki kadar mineral-mineral feldspar, kaolin, kalsit, dan kuarsa menjadikan warna tanah putih, sedangkan kandungan mineral-mineral besi, hematit, magnetit, limonit memberikan warna tanah merah, cokelat, atau kuning. Warna tanah dapat ditentukan dengan melihat buku ukuran warna standar berjudul “Munsell Soil Color Chart”

Soil’s Reaction


Reaksi tanah ialah derajat keasaman tanah yang terdapat di larutan tanah. Tinggi rendahnya nilai reaksi/ derajat keasaman (pH) dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentuk tanah, selain juga adanya pengaruh keadaan musim, tindakan cocok tanam, tempat pengambilan sampel analisis, kadar air pada pengambilan sampel, dan cara pengukuran tanah. Cara penetapan pH tanah melalui dua cara, secara kalorimetri, dengan menggunakan indikator pH dan H2O atau KCL INsebagai larutan. dengan perbandingan volume tanah 1 : larutan KCL atau  H2O volume 2,5. Kedua secara elektronik,dengan menggunakan alat pH meter, anode dan katode dicelupkan ke dalam larutan tanah. Nilai pH tanah menunjukkan banyaknya konsentrasi ion H+ di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, tanah makin bersifat asam



Unsur Hara Tanah Soil’s Unsure Unsur Hara Tanah Soil’s Unsure Reviewed by MitigasiBencana.com on 18:09 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.