Upaya pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Jombang

Masyarakat adalah mitra pemerintah dalam  penataan ruang oleh karena itu peran sertanya dalam setiap tahapan penataan ruang dan tingkatan penyelenggaraan perlu dikembangkan demi tercapainya tuhuan penataan ruang. Keterlibatan masyarakat mulai dari tahap awal perencanaan tata ruang berpeluang mengakomodasikan faktor-faktor pendorong peran sertanya dalam penataan ruang antara lain :



1.Tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

2.Keterhitungannya (accountability) dalam proses penataan ruang termasuk akomodasi terhadap ragam kepentingannya.

3.Kesempatannya untuk berperan serta.


Penyelenggaraan penataan ruang dilakukan oleh pemerintah dengan peran serta masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam penataan ruang karena pada akhirnya hasil penataan ruang adalah untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat, oleh karena itu, diharapkan tercapainya penataan ruang yang baik, yaitu :

1.Terselenggaranya pemanfaatan ruang berwawasan lingkungan.

2.Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidaya.

3.Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas.


Peranserta masyarakat dalam  pengembangan Kawasan Agropolitan SKPP I khususnya dan Kabupaten Jombang pada umumnya, tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan penyampaian aspirasi dan informasi pada tahap penyusunan masterplan kawasan agropolitan maupun dokumen yang lain, akan tetapi lebih didorong untuk ikut aktif dalam pelaksanaan pembangunan daerah tersebut. Selain motivasi yang dibangun dalam masyarakat harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan untuk mewujudkan kehidupan kawasan yang serasi, seimbang, selaras, dan berkelanjutan.

Setelah masterplan pengembangan Kawasan Agropolitan SKPP I disahkan dengan keputusan Bupati atau Peraturan Daerah dengan persetujuan DPRD, maka masterplan ini siap diimplementasikan dan menjadi dokumen perencanaan yang harus dijadikan pegangan atau acuan bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam melakukan berbagai kegiatan pembangunan di Kawasan Agropolitan SKPP I.

Untuk memperoleh efektivitas dalam implementasi masterplan kawasan agropolitan ini, maka dibutuhkan peran serta masyarakat, baik dalam pelaksanaan maupun pengendaliannya. Dalam hal ini pengertian masyarakat, adalah orang per orang (invidu), keluarga, lembaga yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, perguruan tinggi dan pengusaha.

Peran serta masyarakat tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk yaitu:

1.Memanfaatkan masterplan kawasan agropolitan sebagai acuan atau pedoman dalam melakukan kegiatan pembangunan fisik.

2.Memberikan bantuan pemikiran atau pertimbangan berkenaan dengan wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang di kawasan agropolitan.

3.Pengawasan terhadap pemanfaatan ruang kawasan agropolitan, termasuk pemberian informasi atau laporan pelaksanaan pembangunan.

4.Memberiakn bantuan berupa pemikiran atau pertimbangan untuk penertiban kegiatan pemanfaatan ruang dan peningkatan kualitas pemanfaatan ruang.

5.Menyebarluaskan hasil rencana yang telah dibuat dan ditetapkan oleh Bupati.

6.Melakukan persiapan-persiapan untuk mendukung upaya mewujudkan rencana pengembangan kawasan seperti yang termuat dalam masterplan.

7.Memanfaatkan masterplan kawasan agropolitan Kabupaten Jombang sebagai pedoman dalam melakukan investasi.

8.Melakukan kontrol terhadap berbagai bentuk pembangunan fisik yang dilakukan di kawasan agropolitan di Kabupaten Jombang.

9.Memenuhi ketentuan pembangunan yang termuat dalam dokumen RDTRK.

 

Upaya pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Jombang Upaya pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Jombang Reviewed by MitigasiBencana.com on 23:20 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.